Sum Kuning versi Lukisan Suharmanto pada Pameran NewsArt Imajinesia di Bentara Budaya Jakarta Rabu (23.09.2026) petang. (Foto Tira Hadiatmojo).
Kasus Sum Kuning -- gadis penjual telur yang waktu itu berusia 16 tahun -- yang diculik sejumlah "lelaki berandalan" dan kemudian diperkosa bergantian di dalam mobil di Yogyakarta pada tahun 1970, kembali diangkat dalam pameran lukisan "Imajinesia" yang dibuka secara daring oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Pratikno di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (23 September 2026) petang.
Suharmanto sang pelukis yang kelahiran 1976, mengaku tidak mengalami peristiwa itu sendiri. Ia mengatakan, "Saya secara riil tidak tahu peristiwa sebenarnya. Karena tidak melihat langsung (bahkan ia belum lahir ketika peristiwa yang menggemparkan jagad peradilan nasional tahun 1970-an itu). Maka saya memilih judul 'Diam', agar memancing tafsir, biar orang berfikir dan mempunyai tafsir yang berbeda-beda tentang (kekerasan terhadap) perempuan," ungkap Suharmanto.

Sum Kuning dalam lukisan pelukis Suharmanto pada Pameran ArtNews Imajinesia di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (23.09.2026) petang. (Foto Jimmy S Harianto).
Ada dua lukisan tentang Sum Kuning, dilengkapi dengan kliping koran dan juga ulasan tentang peristiwa yang tercatat sebagai satu episode sejarah hukum dan kekuasaan pada awal Orde Baru yang menjadi perhatian masyarakat luas pada masanya. Sampai-sampai, pada tahun 1971, Kapolri Hoegeng Iman Santoso, membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut. Dan dipastikan gadis penjual telur itu mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh sejumlah pemuda "berandalan".
Malah Jadi Tertuduh
Soal kasus yang diangkat Suharmanto itu, menjadi "misteri panjang" yang bahkan tidak diungkap secara jelas siapa sebenarnya pelakunya, yang diduga adalah anak-anak "orang penting dan terhormat" di Yogyakarta, sehingga ada kesan ditutup-tutupi. Bahkan Sum Kuning, disidang sebagai tertuduh atas tuduhan "laporan palsu" bahwa dirinya diperkosa.
Jaksa Adi Walujo SH di Pengadilan Negeri Yogyakarta itu sempat menuntut Sum Kuning dengan tuntutan hukuman 3 bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun atas "laporan palsu" tersebut. Namun pada 17 Desember 1970, Sum Kuning alias Sumarijem yang berwajah cantik itu diputus bebas dari segala tuduhan oleh hakim ketua Lamiah Muljatno SH serta hakim anggota Ny. Sumarni Abdurrachman SH dan Sujatno SH.
Suharmanto menuangkan peristiwa kelam tahun 1970-an itu ke dalam dua lukisan sepotong wajah Sum Kuning, dalam warna merah dan juga hitam putih. Menjadi spot menarik, lantaran dua lukisan Suharmanto itu persis berada di samping pintu masuk galeri Bentara Budaya.

Lukisan Marsinah dalam imajinasi pelukis Agus Suwage di Pameran ArtNews Imajinesia di Bentara Budaya Jakarta, pada Rabu (23.09.2026) petang. (Foto Jimmy S Harianto).
Lukisan Imajinasi Peristiwa Jurnalistik
Suharmanto hanya satu dari pelukis-pelukis yang diundang untuk menelusuri arsip berita jurnalistik Harian Kompas, yang memiliki kedekatan sejarah dengan Bentara Budaya sebagai mitra yayasan Budaya harian cetak yang berdiri sejak 1965 itu. Ada pelukis lain, Agus Suwage, yang melukis tema "Marsinah pahlawan kelas pekerja", Aprillia "ingatan yang menyeberang waktu", Budi Ubrux tentang "Negeri yang Bergairah", Mahdi Abdullah soal Sumatera Barat, Ruth Marbun, Tumariyanto, William Robert dengan tema jurnalistik lainnya.
Pelukis dan lukisan yang disuguhkan dalam gelaran "Pameran News Art Imajinesia Menjangka Masa Depan Indonesia" itu melibatkan kurator-kurator Bentara Budaya dan Kompas yang diketuai Putu Fajar Arcana, serta kurator-kurator Bentara lainnya seperti Efix Mulyadi, Romo Sindhunata, Frans Sartono, Wisnu Nugroho, Hilmi Faiq, Wawan Abeka dan Hermanu.

Lima dari delapan kurator Pameran Artnews Imajinesia yang dibuka di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (23.09.2026) petang. (Foto Tira Hadiatmojo).
Menurut Ilham Khoiri, General Manajer Bentara Budaya dan Communication Management Kompas Gramedia, para pelukis itu dibawa untuk "merumuskan ide penciptaan karya seni yang diharapkan memiliki gagasan kuat, estetika visual tajam, dan relevansi dengan realitas kehidupan,"
Adapun tokoh-tokoh yang digambarkan seperti Marsinah (1993) tokoh buruh perempuan yang meninggal setelah memperjuangkan hak buruh, maupun Sum Suning, merupakan tokoh pilihan utama dalam pameran di BBJ kali ini. Sum Kuning sendiri, kini menjalani hidup yang jauh dari sorotan publik, dan diperkirakan sudah berusia 73-74 tahun. *