PODCAST BENTARA BUDAYA 2026 Di sebuah ruang isolasi RSJ Bangli, Jero Apel meminta alat untuk melukis. Di tengah masa yang penuh tekanan dan pengalaman-pengalaman yang sulit ia hadapi ketika itu, ia menggambar Narasingha—sosok yang baginya menghadirkan keberanian untuk melewati keadaan tersebut. Melukis, bagi Jero Apel, akhirnya bukan semata untuk menghasilkan karya, tetapi menjadi salah satu cara menjalani hari-hari yang sulit, kembali menata keseharian, dan perlahan membangun kepercayaan dengan orang-orang di sekelilingnya. Perjalanannya kemudian tumbuh dalam bentuk-bentuk pengabdian yang sederhana: menyapu dan merawat situs-situs tua di lingkungannya, mendekatkan diri pada kehidupan spiritual, hingga akhirnya menjalani laku sebagai Jero Mangku. Dari ruang isolasi menuju pengabdian, perubahan itu tidak hadir sekaligus, melainkan melalui tindakan-tindakan kecil yang dijalani dari waktu ke waktu. Dalam Podcast Bentara Budaya kali ini, Jero Apel berbagi mengenai salah satu masa paling sulit dalam perjalanan hidupnya, pengalaman menghadapi pandangan masyarakat setelah keluar dari RSJ, perjumpaannya kembali dengan seni, serta proses panjang membangun hubungan dengan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.