PODCAST BENTARA BUDAYA 2026 Sanur pada dekade 1980-an bukan hanya pantai, hotel, dan wisatawan yang datang silih berganti. Di sepanjang pesisir itu, pariwisata perlahan mengubah cara warga mencari penghidupan; kerajinan, lukisan eksotis, hingga seni tattoo menjadi bagian dari dinamika antara keterampilan lokal dan kebutuhan industri yang tengah tumbuh. Jero Apel—atau I Wayan Hendrawan—merupakan seseorang yang mengalami dinamika dan menyaksikan perubahan itu dari dekat. Kemampuan menggambar membawanya melukis tembok restoran dari Sanur Kaja hingga bagian selatan kawasan tersebut, sebelum dunia tattoo kemudian menjadi jalan lain untuk “mengisi perut”. Kala itu, seni bukan perkara karier atau pengakuan, melainkan cara bertahan hidup di tengah perubahan ekonomi sebuah kawasan wisata. Namun, kehidupan pesisir selalu menyimpan sisi lain. Di antara cerita tentang tattoo Barong dan Rangda, pengalaman spiritual, serta berbagai lapisan kehidupan Sanur, tersimpan pula kisah mengenai ketergantungan, kehilangan kawan-kawan seperjalanan, hingga perasaan hampa dan terasing. Episode kedua Podcast Bentara Budaya bersama Jero Apel menelusuri Sanur melalui ingatan seorang pelaku yang hidup di tengah perubahan itu: bagaimana pariwisata memberi peluang, seni menjadi cara bertahan hidup, sekaligus bagaimana seseorang dapat terseret ke sisi gelap dari lingkungan yang turut menghidupinya. Simak selengkapnya Podcast Bentara Budaya bersama Jero Apel. • Sanur, Seni, dan Bayang-Bayang Pariwisata #kompasgramedia #jeroapel #Bali #podcast #seni