PODCAST BENTARA BUDAYA 2026 Tengkorak, raksasa, gunung meletus, hingga abu vulkanik hadir berulang dalam lukisan Jero Apel. Rupa-rupa yang sekilas tampak gelap dan menyeramkan itu justru berangkat dari ikhtiar yang berlawanan, yakni sebuah upaya mengenali ketakutan, berdamai dengan kematian, dan perlahan melepaskan diri dari kuasa ego. Bernama lengkap I Wayan Hendrawan, Jero Apel menekuni seni rupa tanpa pendidikan akademis seni. Perjalanan hidup sebagai Jero Mangku dan perjumpaan dengan laku Tantra Bhairawa kemudian mengalir menjadi bagian proses berkarya. Alam, pengalaman spiritual, dan kehidupan sehari-hari meruang dalam kanvasnya. Namun, percakapan kali ini bukan tentang pengalaman mistis atau sesuatu yang gaib. Jero Apel justru berkali-kali membawa persoalan kembali kepada manusia dan rasa takutnya sendiri. “Kalau mau mencapaiku, hilangkan kepalamu, pakailah hatinya,” tuturnya. Ini merupakan sebuah ungkapan tentang keberanian melampaui ego, prasangka, dan kungkungan pikiran, justru untuk mendengar kata hati dengan lebih jernih. Dalam Podcast Bentara Budaya edisi ini, Jero Apel berbagi tentang perjalanan menjadi pelukis otodidak, makna tengkorak dan rupa-rupa Bairawa dalam karyanya, hingga laku ngayah sebagai dasar ketulusan berkarya. Simak selengkapnya percakapan bersama Jero Apel dalam Podcast Bentara Budaya. • Melukis Ketakutan: Jero Apel tentang Seni,... #kompasgramedia #bentarabudaya #jeroapel #bali #senirupaindonesia