BERLANGGANAN
Dapatkan informasi tentang Bentara Budaya langsung ke surelmu. Daftarkan dirimu sekarang!

Kembali ke Video

Sejak pertama kali hadir pada 26 September 1982, Bentara Budaya Yogyakarta terus menjadi ruang perjumpaan berbagai disiplin seni. π‘Ίπ’†π’Œπ’‚π’“ π‘Ήπ’Šπ’π’π’π’„π’†β€™ menjadi penanda perjalanan ituβ€”sebuah rangkaian bunga yang merekam jejak pameran, gagasan, dan peristiwa seni melalui lebih dari 50 buku dan katalog. Buku-buku ini bukan sekadar arsip, melainkan rekam jejak dan dokumen seni budaya Indonesia yang dapat kembali diakses oleh generasi hari ini. Dalam pameran β€œπ‘΄π’†π’π’šπ’π’π’ˆπ’”π’π’π’ˆ π‘΄π’‚π’•π’‚π’‰π’‚π’“π’Š πŸπŸŽπŸπŸ”β€ Nasirun menghadirkan karya-karya yang mengajak kita berkontemplasi melalui tiga nilai hakiki: π’˜π’‚π’“π’‚π’”, π’˜π’Šπ’“π’Šπ¬, π’˜π’‚π’“π’†π’ˆ sehat lahir batin, senantiasa ingat kepada Tuhan, dan cukup dalam hidup agar pikiran tetap jernih. Melalui karya *Selamat Pagi 2026”. Nasirun terinspirasi dari peristiwa budaya yang wingit dalam konser β€˜Urup’ dan lagu β€˜Urip’, sebagai upaya menjaga kenormalan sembari menyongsong matahari terbit. Suasana hening menyapu pagi; kidung macapat mengalun, lentera-lentera menghantarkan langkah ke hadapan kanvas, hingga suara anak-anak menyanyikan lagu *Rehat*. Matahari pun terbit, mengajak kita merenungβ€”pagi itu, 2026. #Bentarabudaya #kompasgramedia #nasirun #sekarrinonce