#KeroncongIndonesia #ArtExhibition #artforall Ada saat-saat ketika seni mengajak kita pulang pada sesuatu yang sangat dekat, namun kerap luput kita tengok: bunyi kecil yang menjaga ritme kehidupan. Dalam pameran “Lazuardi”, kami mengajak #sahabatbentara menelusuri kembali kencrung, instrumen mungil yang sejak lama menjadi penopang harmoni musik keroncong. Kencrung bukan sekadar alat musik. Ia adalah ingatan, getaran, dan rasa yang melekat dalam sejarah budaya kita. Suara crung-crung yang sederhana itu membawa kita pada perjalanan panjang: dari pelabuhan-pelabuhan masa silam, dari perjumpaan bangsa-bangsa, hingga menjadi musik yang akrab di beranda rumah-rumah Indonesia. Melalui tema “Lazuardi” yang berarti permata biru, para perupa menghadirkan dunia visual yang teduh dan jernih, seperti cahaya biru yang meresap diam-diam ke dalam batin. Lebih dari 50 seniman menafsirkan kencrung dengan cara-cara yang baru: ada yang membentuknya ulang, ada yang merayakan bentuk dasarnya, ada pula yang membiarkan ritme keroncong mengalir menjadi warna, garis, dan lapisan tekstur. Di ruang pamer ini, #SahabatBentara akan menemukan kencrung yang menjelma lanskap baru, kadang menjadi simbol perjalanan, kadang berubah menjadi tubuh ingatan, kadang menjelma keterhubungan antara musik, rupa, dan rasa. Pameran ini ingin mengingatkan kita bahwa tradisi tidak pernah berhenti di masa lalu. Ia selalu mencari bentuk baru, selalu menyalakan kreativitas, selalu mengajak kita kembali pada yang esensial: rasa memiliki, rasa pulang, rasa kebersamaan. #BentaraBudaya #kompasgramedia #SahabatBentara #KencrungLazuardi #PameranSeniRupa #KeroncongIndonesia #seniuntuksemua