BERLANGGANAN
Dapatkan informasi tentang Bentara Budaya langsung ke surelmu. Daftarkan dirimu sekarang!

Kembali ke Video

Ada kalanya manusia memiliki keterampilan bicara menanggapi berbagai ragam warna tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari harinya. Begitu piawai hingga justru sering hanya menyerupai sebuah warta berita yang kaya akan bumbunya sehingga enak didengar. Di sisi lain kehidupan yang beraneka warna sering mendorong manusia menyembunyikan wajah dirinya. Hal ini dilakukan atas keyakinan bahwa kejujuran menyampaikan pendapat sering justru berakibat negatif yang merugikan dirinya. Kata kata terasa semakin sulit bisa dipakai untuk berkomunikasi dan manusia tentu paling takut bila terjadi salah paham. Namun bagaimanapun juga tentu saja tetap ingin berkomunikasi. Maka cara yang dilakukan adalah menggunakan bunyi dan gerak. Jika buntu maka sesekali muncul juga potongan kata- kata. Berbagai bentuk adat, budaya baik yang lama hingga yang terbaru bertemu dan berbincang dengan cara yang diyakini masing-masing yang tentu saja ingin menunjukkan kehebatan atau kemuliaan yang dimilikinya. Namun terasa sekali bahwa manusia tetap menyimpan hasrat terbesar yakni saling tidak mau kalah, saling ingin menguasai. Ide besar muncul hampir sepanjang waktu ketika bertemu umat lain maka bermacam topeng dipakai untuk menutupi diri yang sebenarnya. Maka seolah-olah tampak nikmat, bahagia dengan cara tersebut, namun siapa yang tau disebaliknya? Bagi manusia yang masih memiliki keyakinan bahwa memilih persatuan dan kesatuan adalah masih merupakan salah satu jalan hidup yang mampu menjauhkan diri dari radikalisme dan sebangsanya maka akan terjawab arti sebuah kalimat yang selama ini hampir punah yakni: “bersama dalam kebersamaan”. Begitukah? Barangkali jawaban kita berbeda2, namun kita punya perisai yang kuat yakni Bhineka Tunggal Ika.