Pameran Seni Rupa - 44 Tahun Bentara Budaya
“MBESUUK”
The Future of Jogja
Pembukaan Pameran: Sabtu, 26 September 2026 Pukul 19.30 WIB oleh Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum.
Dimeriahkah oleh: Jasmine Akustik
Tempat: Bentara Budaya Yogyakarta, Jl. Suroto no 2, Kotabaru Yogyakarta
Pameran Berlangsung: 27 September - 9 Oktober 2026 Pukul 10.00-21.00 WIB
MBESUUK: The Future of Jogja mencoba memaknai perkembangan masa depan seni rupa di Yogyakarta yang mencerminkan kemajuan olah rasa para seniman dalam mencetuskan ide dan gagasan tentang ramalan seni budaya di masa depan. Mbesuuk, yang berarti besok, menjadi semacam penanda tentang masa yang akan datang.
Wirayat atau ramalan masa depan Yogyakarta dapat kita saksikan dalam pameran seni rupa MBESUUK: The Future of Jogja, yang akan digelar di Bentara Budaya Yogyakarta pada September 2026 mendatang, bersamaan dengan ulang tahun Bentara Budaya Yogyakarta yang ke-44 tahun.
Dalam pameran MBESUUK ini, perkembangan seni dan budaya masa depan akan dilihat melalui tiga bidang keilmuan, yaitu spiritual, seni, dan teknologi. Tiga bidang keilmuan inilah yang membuatseseorang menjadi mumpuni karena ketiganya memang harus saling terkait. Seorang ahli agama tanpa seni dan ilmu tidak sempurna, demikian juga sebaliknya.
Sumbu Filosofi Yogyakarta yang menggambarkan garis imajiner dari Gunung Merapi, Tugu, Keraton, Panggung Krapyak hingga Pantai Parangtritis menjadi tema pameran seni rupa MBESUUK. Sumbu tersebut menjadi penghubung antara masa lalu, masa kini, dan masa datang Yogyakarta yang coba dihadirkan dalam pameran ini.
Pameran MBESUUK: The Future of Jogja mengundang 19 seniman dari berbagai latar untuk menghadirkan karya-karya seni futuristik tentang kemajuan seni budaya masa depan Yogyakarta. Karya-karya tersebut meliputi berbagai bidang, antara lain seni rupa, fashion, transportasi, spiritualitas, sastra, seni tradisi, teknologi, dan lain sebagainya.
Para seniman diajak untuk mengimajinasikan linieritas waktu, yaitu garis imajiner yang menghubungkan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Begitulah, mudah- mudahan karya yang hadir dapat dimaknai sebagai semacam wirayat atau ramalan.
Interpretasi tentang kelestarian Yogyakarta kembali berpulang kepada kita para pemirsanya.
Peserta pameran:
Agung Pekik • Andry Boy Kurniawan • Asep Maulana Hakim • Bambang Pramudiyanto • Bonnie Hermansyah • Budi Ubrux • Eko Balung • Erica Hestu Wahyuni • FX Widyatmoko (Koskow) • Hermanu • Lindu Prasekti • Mahdi Abdullah • Nasirun • Nita Azhar • Samuel Indratma • Sriyadi Srinthil • Subandi Giyanto • Susilo Budi Purwanto