"IMAJINESIA: NEWS ART PROJECT" 2026
Menjangka Masa Depan Indonesia
Pembukaan pameran: Rabu, 23 September 2026 pukul 16.00 WIB
Pameran berlangsung: 24 September – 15 Oktober 2026 pukul 10.00 – 18.00 WIB
Tempat: Bentara Budaya Jakarta, Jl. Palmeran Selatan No. 17 Jakarta
Serangkaian peringatan HUT Bentara Budaya ke 44 tahun pada bulan September 2026 ini, Bentara Budaya akan menghadirkan sebuah proyek pameran bertajuk “IMAJINESIA: News Art Project – Menjangka Masa Depan Indonesia.”
“IMAJINESIA”, kependekan dari “Imaji” dan “Indonesia”. Tema ini dimaksudkan untuk mengembangkan perspektif yang lebih visioner dalam melihat Indonesia masa depan.
Diksi “Imajinasi Indonesia” merujuk pada buku "Imagined Communities" (1983) karya peneliti Amerika Serikat, Benedict Anderson (1936-2015). Menurut dia, bangsa sejatinya merupakan sebuah komunitas politis dan dibayangkan terbatas secara inheren dan memiliki kedaulatan. Sebuah bangsa merupakan “komunitas terbayangkan” oleh masyarakat.
Dengan tema "Imajinesia", para seniman diajak untuk “berimajinasi tentang Indonesia.” Imajinasi itu dibangun dengan mencermati sejarah masa lalu, menangkap kondisi nyata masa kini, dan kemudian membayangkan Indonesia pada masa depan. Seniman bebas memilih fokus sesuai “concern” masing-masing dengan pendampingan para kurator.
Para seniman diundang untuk menelusuri arsip berita jurnalistik dari Harian Kompas, yang memang memiliki kedekatan sejarah dengan Bentara Budaya sebagai mitra Yayasan Berkat Budaya Sejahtera. Berdiri sejak tahun 1965, media ini merupakan salah satu media jurnalistik berbahasa Indonesia nasional yang hidup selama 61 tahun sejak zaman Orde Lama, Oder Baru,
hingga Orde Reformasi. Selain memberitakan berbagai peristiwa aktual, laporan jurnalistik Kompas berusaha mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyajian informasi yang jernih dan terpercaya. Selain berupa koran cetak, sejak tahun 2017 media ini juga mengembangkan versi digitalnya melalui kompas.id.
Dari arsip Kompas, para seniman diajak untuk memilih “insight” yang dianggap paling menarik dan relevan untuk dijadikan inspirasi dalam membuat karya seni rupa. “Insight” itu bisa berupa “subject matter” apa saja, mulai dari peristiwa sosial, politik, ekonomi, metropolitian, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, gaya hidup, atau olahraga. Setiap seniman mendapatkan
kesempatan untuk menggali kekayaan berita, kemudian mengolahnya menjadi konsep penciptaan kreasi seni baru.
Meski bebas untuk mengangkat masalah apa saja, tetapi seniman diharapkan tidak berhenti pada kritik atas segudang persoalan bangsa. Lebih dari itu, seniman sebisa mungkin juga diajak untuk memikirkan bagaimana mengatasi persoalan itu. Setiap seniman akan diposisikan sebagai subyek atau aktor yang dapat berkontribusi nyata untuk menawarkan solusi atas masalah yang dhadapi bangsa Indonesia.
“Imajinesia” mengandung semangat optimistis dalam melihat kehidupan. Apa pun masalah yang pernah terjadi pada sejarah masa lalu, atau masih berlanjut hingga masa kini dihadapi, seniman dapat mengambil sudut pandang yang lebih konstrukti. Ketimbang mengutuk kegelapan, lebih baik seniman menyalakan lilin untuk membantu mendapatkan terang. Tema ini menyiratkan kontribusi seniman dalam membangun kehidupan bangsa yang beradab pada masa depan.