TALKSHOW
“Value dan Teknik Pemasaran Karya Seni Melalui Platform Digital”
Narasumber: Gde Bagus Andika Wcaksana, S.T., M.T.IAI (Dosen Arsitektur Universitas Mahadewa & Founder Matanai Studio, Putu Ebo (Kartunis Senior Bali), Thomdean (Kartunis The Strategy & Duitto n Co.)
Moderator: I Komang Try Adi Stanaya, S.Kom., M.Kom.
Hari, tanggal: Homestyle Bali
Tempat: Homestyle Bali, Jl. Sunset Road No. 85X, Seminyak
Halo #SahabatBentara 🙌
Sebuah karya seni tidak hanya berhenti sebagai hasil proses cipta panjang, tetapi kian meneguhkan maknanya ketika berjumpa dengan publik melalui berbagai ruang: galeri, rumah, hingga platform digital.
Bagaimana karya seni membangun nilainya? Bagaimana seniman memperluas jangkauan publik dan ekosistemnya di era digital?
Bersama Bentara Budaya dan Homestyle Bali, HOCA mengajak #SahabatBentara membincangkan mengenai praktik, strategi, dan pengalaman memasarkan karya seni tanpa kehilangan nilai artistik.
Profil Narsum Thomdean
(Kartunis The Strategy dan Duitto n Co)
Thomdean telah menjadi anggota PAKARTI sejak 1997 dengan karya kartun lepasnya di tabloid KOMPUTEK dengan tema dunia komputer. Lulusan arsitektur UGM ini telah menekuni seni kartun dan ilustrasi secara profesional sejak 2007. Cartoonist-director untuk studio kartun Joker Syndicate. Aktif berpameran kartun dan mengadakan workshop di dalam dan di luar negeri dan telah memenangkan beberapa penghargaan di antaranya: 1st Prize GAG cartoon-World Press Cartoon-2007, Adinegoro award-2017, 1st Prize Humor for the Amazon Forest, Brazil-2008, WFH Katara Cartoon prize, Qatar, UAE-2020, 1st Prize Car Cartoon Salon, Croatia-2020, Best Cartoon-On the Move for Justice and Peace, Jaijagat, India-2020, Award of excellence, World Press Freedom Editorial cartoon, Canada-2021. Co-creator untuk serial komik Komando Rajawali (Kosasih Award 2014). Karya kartun editorialnya diterbitkan di harian kompas.id dan kartun edukasi dunia investasi: “Duitto and Co” bersama Lukas Setia Atmaja di harian KONTAN
Profil Narsum Putu Ebo
(Kartunis senior Bali)
Putu Ebo, kartunis legendaris Bali yang memiliki nama asli I Gusti Putu Adi Supardhi. Ia lahir pada 15 Januari 1973, di Tabanan Bali. Ia berprofesi sebagai Illustrator dan Kartunis hingga kini. Telah menerbitkan beberapa buku dan menjadi pengajar di beberapa kampus Desain di Bali. Misalnya: Khazanah Negeriku Mengenal 33 provinsi di Indonesia, Kumpulan Dongeng Anak: Tongkat Bicara Putri Saga ( bersama Agung Bawantara). Pernah jadi pengajar bidang studi ilustrasi di kampus: New Media College Denpasar. Karyanya pernah dipamerkan di Indonesia, Rumania dan Australia. Pada akhir 2023, ia bergabung menjadi anggota HOCA (House Of Cartoon maniA). Dalam sebuah event lelang yang dikoordinasi oleh HOCA, Baliola & Orzaar (Singapore), 23 Januari 2024, 11 gambar digital “Whale Ordinal” NFT karyanya terjual bersama dengan 89 karya NFT dari 9 member HOCA lainnya. Putu Ebo aktif mengikuti dan mendukung setiap kegiatan yang diadakan oleh HOCA.
Profil Narsum Gde Bagus Andhika Wicaksana, S.T., M.T.IAI
(Dosen Arsitektur Universitas Warmadewa & (Founder MatanAi Studio)
Gde Bagus Andhika Wicaksana, S.T., M.T., Ar., IAI lahir di Denpasar, 1992. Ia merupakan seorang arsitek profesional, akademisi, dan inovator teknologi arsitektur asal Bali. Ia dikenal luas sebagai Founder dan Head Architecture dari MatanAi Studio (MatanAi Architecture Studio), sebuah biro desain yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dengan pelestarian budaya lokal. AI Project diantaranya Comic “Harian Poultryshop – Maya X Ucit X Sapii” (2019), Kalkir Comic - The Architect Series” (2020), Book Cover For Children Books "Bangun Yuk" (2021), Iteration Concept Architecture, For Mars, Iteration Concept Avenger, Building, Anthromorphic Creature's, Weird Bug (2022), Imagine Plastic Tower, Earth Last Day (On Going) (2023).
Profil Moderator
I Komang Try Adi Stanaya, S.Kom, M.Kom
(Dosen Digital Bisnis ISI Bali & mahasiswa S3 ISI Bali)
Pengajar di Program Studi Bisnis Digital, Institut Seni Indonesia Bali. Pendidikan magister ditempuhnya di Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) Singaraja, Bali, dengan fokus pada bidang Ilmu Komputer. Bidang keahliannya berakar pada pohon ilmu komputer, khususnya cabang informatika, yang ia arahkan untuk merangkai jembatan antara teknologi digital dengan dunia seni dan pendidikan. Karya-karya inovatifnya yang memadukan tradisi dengan teknologi: Augmented Reality Wayang Parwa, Augmented Reality Coral Sponges, hingga Selonding Citta Samasta SSO—sebuah aplikasi edukasi, arsip digital, sekaligus media pelestarian Gamelan Selonding dari Desa Tenganan Pegringsingan. Aktif berpamaeran diantaranya Campus Week 2025 “Akasa Jagat Prabha”, Mahakarya 11 “Ruang dan Waktu Berkarya”, dan Nata Citta Project di ARMA Museum.