Sinema Bentara
“PUTAR FILM ANIMASI”
Minggu, 17 Mei 2026, Pukul 18.00 WITA – selesai
Tempat: Gedung Unit I KG Ketewel, Jl. Prof. IB. Mantra 88 A Ketewel, Gianyar, Bali
Bentara Budaya Bali kembali menghadirkan 𝐒𝐢𝐧𝐞𝐦𝐚 𝐁𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚, sebuah program apresiasi yang mengetengahkan film-film pilihan Indonesia dan mancanegara, telah digelar sejak 2010. Melalui kerja sama dengan berbagai lembaga kebudayaan nasional maupun internasional, Sinema Bentara diniatkan sebagai ruang untuk memperluas wawasan, memperkaya literasi budaya, dan membuka apresiasi publik terhadap sinema.
Kali ini, Bentara Budaya Bali bekerja sama dengan Program Studi Animasi Institut Seni Indonesia Bali Goethe-Institut menayangkan film-film animasi terpilih buah kreasi sineas-sineas muda Indonesia. Beragam tema dan cerita mengemuka, melintasi pengalaman personal, ingatan, fantasi, hingga refleksi sosial budaya.
Film yang diputar:
Bite the Bullet
(Indonesia, Ni Luh Made Bindi Hita Graha, 2025, 2 menit 01 detik)
Seorang pesulap kesulitan menghibur penontonnya. Asistennya menyarankan pesulap untuk melakukan trik baru, kemudian membuka kotak kayu yang berisi sebuah pistol. Di bawah tekanan sorakan penonton, ia menyerah dan bersiap-siap untuk mengambil keputusan terburuk dalam hidupnya. Apakah ia akan mampu memuaskan penontonnya ataukah yang terjadi justru sebaliknya?
Tak Ada Jalan Untuk Yakin
(Indonesia, Caleb Nikao Hutabrat, 2025, 14 menit 22 detik)
Buspatar Denpasar tahun 2009, Baskara adalah siswa SMA yang bekerja sebagai paparazi ilegal demi mengumpulkan uang dan keluar dari hidup miskin yang ia benci. Hidupnya berubah ketika Tira anak pemilik percetakan mengetahui bisnis gelapnya dan memaksanya menjadi fotografer untuk mewujudkan mimpi Tira sebagai model. Melalui rangkaian lomba, kegagalan, dan hubungan yang perlahan tumbuh, Baskara mulai meragukan prinsip hidupnya sendiri: apakah masa depan benar-benar bisa diraih tanpa kehilangan arah, atau justru keyakinanlah yang tak pernah punya jalan pasti.
The Rise of Bhuta Kala
(Indonesia, Amelia Febrianti dan Emily Gunawati, 2026, 11 menit 38 detik)
Di sebuah desa, Wayan sibuk membuat ogoh-ogoh menjelang Nyepi, tanpa menyadari adiknya, Made, merasa kesepian dan terabaikan. Kesedihan Made menciptakan aura negatif yang dimanfaatkan Bhumi, mantan murid penyihir hitam, untuk membangkitkan Bhuta Kala, makhluk jahat yang telah lama disegel.
Bhumi memanipulasi emosi Made demi melancarkan rencananya. Bersama seorang pertapa dan warga desa, Wayan dan Made bersatu untuk mengalahkan Bhuta Kala.
Akankah mereka berhasil mengalahkan bhuta kala?
Surat Dari Gianyar
(Indonesia, Gede Lingga Ananta Kusuma Putra, 2026, durasi 1 menit 42 detik)
Ini merupakan animasi 2D yang diharapkan dapat membantu sebagai media sosialisasi kota Gianyar. Animasi ini menceritakan tentang kisah seorang anak yang pernah mengunjungi kota Gianyar dan ingin kembali kesana
Desa Timun – Teman Dari Jerman
(Jerman/Indonesia, Daud Nugraha, durasi 10 menit 37 detik)
Cila is excited to welcome her pen pal, Frida, from Germany! Together, they will learn some simple German phrases in a fun and engaging way. Join Cila Cili Cilo as they explore the German language and culture through play and song!