Membaca Dekat
"Realitas Sosial Dalam Cerpen Ahmad Tohari"
Rangkaian Seri:
Vol. 3 – Membahas “Senyum Karyamin”
Kamis, 7 Mei 2026 pukul 16.00 – 18.00 WIB
Vol. 4 – Membahas “Anak Ini Mau Mengencingi Jakarta?”
Kamis, 21 Mei 2026 pukul 16.00 – 18.00 WIB
Tempat: Bentara Budaya Yogyakarta, Jl. Suroto No. 2 Kotabaru, Yogyakarta
Vol. 5 – Diskusi Bersama Ahmad Tohari
Kamis, 4 Juni 2026 pukul 16.00 – 18.00 WIB
Online via Zooom (LINK menyusul)
“Membaca Dekat” adalah upaya dari Bentara Budaya Yogyakarta untuk kembali menghubungkan kita dengan teks sastra secara lebih teliti, rinci, dan intim. Di keriuhan dunia hari ini, barangkali sudah saatnya kita kembali mengambil jeda untuk membaca secara mendalam. Kita menelisik apa yang luput dari wacana tema besar dan konteks meluas, melihat di mana keindahan mengemuka dari detail-detail kecil di sebuah karya.
Kita akan membaca hening sepilihan teks sastra dari para penulis pilihan yang sudah disediakan oleh panitia. Teman-teman disilakan untuk mengembara dalam naskah dan menggarisbawahi apa saja yang menarik–tanpa harus terpengaruh teori-teori sastra. Impresi pembacaan akan diobrolkan secara hangat dan bersama kita menggali keunikan dalam karya tersebut.
Seri kali ini akan khusus membahas cerita-cerita pendek karya Ahmad Tohari. Pengarang kelahiran 13 Juni 1948 ini telah menorehkan berbagai karya yang monumental, di antaranya trilogi Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dini Hari (1985) dan Jentera Bianglala (1986), tentang penari tayub dalam kemelut politik di kampung halamannya, Banyumas. Novel ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.
Ahmad Tohari juga piawai menulis cerpen dan secara khusus mengangkat kisah-kisah orang kecil. Berbekal pengalamannya sebagai seorang jurnalis, ia seperti punya kepekaan dalam melihat realitas yang kemudian tertuang di banyak cerita pendeknya.