Petunjukan & Diskusi
“Lengger: Tradisi, Tubuh dan Tafsir”
Hari, tanggal: Selasa, 5 Mei 2026, Pukul 14.00 – 17.30 WIB
Tempat: Bentara Budaya Jakarta, Jl. Palmerah Selatan No. 17 Jakarta
Lengger Banyumas selama ini dikenal sebagai praktik budaya yang hidup dalam konteks ritus, relasi sosial, dan lanskap agraris. Ia bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari cara komunitas memahami kesuburan, harmoni dengan alam, serta nilai-nilai komunal. Namun, kemunculan istilah lengger lanang menandai adanya pergeseran cara pandang: tradisi tidak lagi hanya dijalani, tetapi juga ditafsir, dikategorikan, dan direpresentasikan dalam bahasa modern.
Diskusi ini akan mengangkat sejumlah persoalan kunci, mulai dari tradisi sebagai sistem hidup yang dinamis, tubuh sebagai ruang negosiasi makna, hingga bagaimana tafsir budaya dibentuk oleh berbagai aktor seperti seniman, akademisi, media, dan negara. Dalam konteks ini, lengger lanang tidak hanya dipahami sebagai fenomena seni, tetapi juga sebagai medan pertemuan antara tradisi, identitas, dan politik kebudayaan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber lintas perspektif, yaitu Riyanto (seniman lengger/koreografer kontemporer), Joned Suryatmoko (peneliti seni pertunjukan), serta Purnawan Andra (penulis). Diskusi akan dimoderatori oleh Seno Joko Suyono (jurnalis). Selain diskusi, acara juga akan menampilkan sajian lengger sebagai bagian dari pengalaman artistik yang menyertai pembahasan.
Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Cilacap, dan BWCF Society.
🎟️ GRATIS & terbuka untuk umum
#Lengger #HariTariDunia #BentaraBudaya #SeniPertunjukan #BudayaIndonesia #LenggerBanjarwaru #LenggerLanang #ArtEventJakarta