Kelas Kreatif Bentara
Menoreh Rasa di Pura Luhur Pakendungan
Workshop Sketsa & Drawing bersama Komunitas Maha Rupa Batukaru
Narasumber: Nyoman Wijaya, Made Kenak Dwi Adnyana
Tanggal pelaksanaan: Minggu, 8 Februari 2026, pukul 09.00 β 13.00 WITA
Tempat: Pura Luhur Pekendungan Tabanan, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten: Tabanan
Bentara Budaya Bali bersama Komunitas Maha Rupa Batukaru menghadirkan Workshop Sketsa & Drawing βπ΄ππππππ πΉπππ π π π·πππ π³ππππ π·πππππ πππππβ. Situs pura bersejarah ini dipilih bukan sekadar sebagai tempat atau objek, melainkan ruang temu pengetahuan yang sejak berabad lalu menjadi lokus pembelajaran, kreativitas, dan pewarisan nilai.
Pura Luhur Pakendungan dibangun sekitar Saka 1330 (1408 M), pada masa pemerintahan Dalem Ketut Ngulesir di Balidwipa Puri Gelgel. Menurut tradisi setempat, di kawasan suci inilah Dang Hyang Nirarta (Pedanda Sakti Wawu Rauh) pernah mengajarkan berbagai ilmu dan keahlian kepada masyarakat, termasuk mewariskan Keris Ki Baru Gajah kepada Ki Bendesa Beraban untuk melindungi tanaman pertanian dari serangan hama.
Bersama perupa Nyoman Wijaya dan Made Kenak Dwi Adnyana, workshop ini mengajak peserta untuk mengamati, merasakan, dan menghayati keheningan. Menggambar tidak semata merekam bentuk, melainkan membaca pengalaman ruang, menyelami atmosfer, ritme alam, serta relasi manusia, alam, dan Sang Pencipta (Tri Hita Karana). Sketsa dan drawing menjadi medium refleksi, sekaligus laku belajar di ruang yang menyimpan memori historis dan tinggalan arkeologis yang bertaut dengan praktik agraris setempat.
Profil Narasumber
Nyoman Wijaya adalah seorang seniman yang berasal dari Desa Nyambu, Kaba-kaba, Tabanan. Karir berkeseniannya secara tekun dijalani ketika tergabung dalam komunitas seni βSenin-Kamisβ, karya-lukisan Wijaya menggabungkan berbagai macam medium seperti pensil, arang, cat minyak dan akrilik, ia sering mengeksplorasi objek-objek yang ada disekitarnya seperti pura, sawah, Sapi dan menggabar model secara langsung. Pada karya-karyanya Wijaya secara konsisten berkarya dengan teknik Drawing baik di kertas maupun di kanvas.
Made Kenak Dwi Adnyana adalah seorang seniman yang lahir di lingkungan agraris Kintamani, Bali. Secara formal menempuh Pendidikan seni di ISI Yogyakarta. Karya-karyanya banyak mengeksplorasi ragam rupa yang berkaitan dengan alam; landscape Kintamani tempat kelahirannya, bagi Kenak alam adalah βIbuβ yang menimangnya sedari kecil hingga bisa tumbuh dewasa. Selain sebagai seniman dan petani, Kenak saat ini tercatat sebagai Dosen di Politeknik Bali Maha Werdhi, Silakarang, Gianyar.
Β