Pameran Lukisan Nasirun Menyongsong Matahari 2026 “Waras, Wiris, Wareg” dan Pameran Seni Rupa Buku Bentara Budaya Yogyakarta “Sekar Ronce”
Pembukaan pameran: Senin, 19 Januari 2026 pukul 19.00 WIB
Pameran berlangsung: 20 – 30 Januari 2026 pukul 10.00 – 21.00 WIB
Tempat: Bentara Budaya Yogyakarta, Jl. Suroto No. 2 Kotabaru, Yogyakarta
Bentara Budaya hadir di dunia seni tanah air mulai 26 September 1982. Yogyakarta menjadi awal mula Bentara Budaya yang menggelar berbagai bidang seni seperti seni rupa, musik pertunjukan, wayang, lawasan dan berbagai macam seni lainnya.
Pada ulang tahun Bentara ke-25 pada September 2007, kami menggelar pameran dengan judul “Selayang Pandang.” Dalam pameran tersebut ditampilkan berbagai buku-buku dan katalog produksi Bentara Budaya selama 25 tahun berada di tengah masyarakat seni Yogyakarta dan Indonesia.
SEKAR RINONCE' yang kami gelar ini adalah kelanjutan dari pameran “Selayang Pandang” tersebut. Kali ini lebih banyak buku-buku yang kami tampilkan karena di era inilah produksi buku terbitan Bentara Budaya terutama dari Yogyakarta meningkat pesat sampai datangnya Covid 19. Setelah pandemi itu, perlahan buku produksi Bentara tidak dicetak lagi karena zaman sudah berubah. Buku-buku sekarang bentuknya e-katalog, atau katalog digital. Dalam Sekar Rinonce tidak kurang dari 50 buku dan katalog yang akan kami tampilkan, meliputi seni lukis, patung, tari, potret, kerajinan, lawasan dan berbagai seni lainnya.
Dalam display pameran selain buku-buku tersebut ditampilkan pula poster, karya seni, serta foto pembukaan pameran yang termuat dalam buku tersebut. Tidak semua pameran yang dibuat Bentara Budaya Yogyakarta dibuatkan buku. Karena keterbatasan waktu dan biaya, kami membuat katalog dalam bentuk poster bolak-balik, seperti pameran Goyang Dombreng, Dacin, Bengawan Sore, dan lain-lainnya.
Sekar Rinonce' adalah gambaran tentang banyaknya seni yang pernah kami tampilkan di Bentara Budaya selama 19 tahun belakangan ini. Berbagai pameran yang disertai buku dan katalog layaknya rangkaian bunga-bunga yang Indah dan menawan membuat sengsem atau tertarik para penikmatnya. Sebenarnya hampir semua acara pameran yang diselenggarakan Bentara Budaya Yogyakarta yang kemudian dibukukan itu mempunyai maksud ikut melestarikan seni-seni adiluhung Indonesia yang kian hari kian tergerus zaman. Dan yang lebih penting lagi semua buku-buku tersebut merupakan rekam jejak seni budaya Indonesia saat ini dan dokumen yang dapat diakses oleh generasi muda saat ini. Pameran ini ibarat kita melihat kaca spion kendaraan di mana kita bisa melihat masa lalu, sekaligus kita Menyongsong Matahari 2026.
Waras, Wiris, Wareg
Nasirun dalam kesempatan ini melukiskan tiga aspek kehidupan sekaligus dalam tiga karya yaitu Waras, Wiris, Wareg. Tiga kebutuhan hidup kita yang hakiki di mana kita diharapkan Waras lahir batin, kemudian Wiris yang menyempurnakan makna kesehatan, dan Wareg di mana kalau kita Wareg atau kenyang kita bisa berpikir jernih dan dapat menjadi Waras dan Wiris. Intinya kita diharapkan untuk kontemplasi mengajak kita untuk mawas diri dan merenung dalam menapak kehidupan di tahun baru 2026 ini.