/ Home / Wacana /
Wacana

Menjalani profesi sebagai seorang seniman tentu bukan perkara mudah, apalagi di negara seperti Indonesia. Bahkan untuk menekuni bidang seni yang sangat langka, tentu dibutuhkan sebuah pengabdian yang luar biasa. Tetapi hal itu tidak menjadi persoalan bagi Anggara Tua Sitompul untuk terus berkarya di seni grafis.

Laki-laki yang baru saja dikarunia seorang putri ini memiliki ketekunan tersendiri untuk terus berkarya.

Disinggung tentang pilihan hidupnya, Tompul, demikian dia disapa hanya menjawab “ Aku Cuma ingin hidup dari hobi, karena secara mental kita sudah siap.”

Lahir dari pasangan Saut H Sitompul dan Arta Ida Hutabarat, kita bisa menebak latar budaya AT Sitompul. Dengan tradisi yang kuat dan dipegang teguh, lelaki asal Pematangsiantar 25 September 1977 ini nekat untuk tinggal di Yogya dan memilih profesi sebagai seniman.

“Yogya itu kecil, tapi sungguh lengkap, terlebih untuk seorang seniman infrastrukturnya komplet”

Ketika berbicara mengenai seni grafis, Tompul merasa karya-karyanya banyak dipengaruhi oleh seni tekstil carved paper dari Jepang. Itu yang membedakan karya dia dibandingkan denagn seniman lain. Tetapi tetap saja dia merasa seni grafis belum dikenal begitu luas oleh masyarakat.

Kondisi seperti inilah yang menyertai hidupnya bertahun-tahun. Tapi semangat pantang menyerah  menjadikan Tompul kini menuai hasilnya. Pada tahun 2009 lalu AT Sitompul menjadi salah seorang pemenang kompetisi Trienal Grafis III Bentara Budaya, sebuah lembaga seni budaya milik kelompok Kompas Gramedia.

Dengan menjadi pemenang kompetisi tadi, maka Tompul berhak berpameran di empat kota Jakarta, Yogyakarta, Solo dan Denpasar.

Saat pameran tiba di Solo, situasi tak terduga muncul. Istrinya melahirkan, ketika Tompul disibukkan dengan persiapan pembukaan pameran tunggalnya. Walau pun ibunya ikut menunggui sang istri, tapi Tompul tetap saja tidak tenang hatinya

“ Aku benar-benar tidak fokus pada pembukaan, pikiranku selalu teringat putriku.”

Bersama istri, dan anaknya Mata Angin Sitompul, Tompul terus mencoba berkarya di rumahnya di Nitiprayan, Yogya yang merupakan sebuah lingkungan para perupa. Sejak tahun 2000 dari Nitiprayan telah terlahir beberapa karya yang ikut menjadi saksi sejarah Anggara Tua Sitompul berkiprah di seni grafis. (yunanto sutyastomo)

 



Affiliasi:
Dewan Kesenian Jakarta Galeri Nasional KELOLA Indonesia Art News
Copyright © 2005 - 2008 Bentara Budaya. All rights Reserved.