Saking menarik dan mengundang rasa penasaran, sembilan komposisi lagu yang dibawakan Kulkul Band pada Bentara Pentas Musik, Kamis (6/5) malam di halaman Bentara Budaya Jakarta (BBJ), seperti tak cukup. Setelah diakhiri komposisi ”Welcome to Bali”, ratusan penonton masih berseru minta lagu lagi. Mereka tak hendak bubar sebelum ada komposisi lagu tambahan.
Sejak penampilan pertama, pembuka dengan komposisi berjudul ”Wina”, aksi panggung Kulkul Band yang terdiri dari lima seniman memainkan instrumen musik barat, yaitu Demas Narawangsa (drum, perkusi), Aditya (piano, keyboard), Sigit Raditya (violin), Adman Maliawan (bas), dan Faisar Fasya (gitar), sudah memukau.
Apalagi ditingkahi penampilan seniman musik tradisional dari Lembaga Kesenian Bali Saraswati, yang dipimpin oleh I Gusti Kompyang Raka, jadilah kolaborasi fusion jazz rasa Bali. Komposisi ”Wina”, misalnya, ruh mistis musik Bali tak hanya pada warna musik, tetapi juga adanya gerakan tari kecak oleh seniman tradisi. Bahkan, tanpa diduga, pada komposisi berikutnya Wayan Sudarsana yang memainkan gangsa kantilan, cengceng kopyak, dan kulkul sontak berdiri dan menari.
Pengunjung pun tak henti-henti mengapresiasi dengan tepukan tangan.
”Tarian Bali tadi tidak kami rencanakan. Hanya tiba-tiba saja, aura musik menggoda Wayan Sudarsana untuk menari,” ujar Faisar Fasya, sebelum membawakan komposisi ”Bali Dance”.
Pada komposisi tersebut, para musisi memperlihatkan secara solo kelihaian dan kehebatannya memainkan alat musik, dimulai dari permainan biola Sigit Raditya yang menusuk kalbu, permainan bass Adman Maliawan yang penuh pesona, sampai gebukan drum Demas yang impresif dan dinamis.
”Berdiri tahun 2005, Kulkul Band yang diprakarsai Demas —pemain yang paling muda, Kulkul mendapat kesempatan tampil di Java Jazz, Jazz Merah Putih, dan Bali Jazz Festival. Alhamdulillah diapresiasi. Dengan memadupadankan musik tradisional Bali ke musik jazz, kami mendapat sambutan,” kata Faisar.
Menurut Demas, dengan musik jazz khas Kulkul Band, pihaknya berharap bisa terus menjaga nilai-nilai seni dan budaya Indonesia. Hal itu khususnya aura mistis musik Bali, sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia.
Semalam, hampir semua komposisi lagu yang dibawakan terdapat dalam album pertama Kulkul Band yang bertajuk Welcome to Bali, kecuali ada satu komposisi yang ekspresif mendadak diciptakan LKB Saraswati dan Demas. (YURNALDI)