/ Home / Berita /
16 November 2008 / berita
Tulisan ini bukanlah tulisan tentang fotografi, melainkan gambaran singkat tentang sebuah upaya perekaman kembali sepotong sejarah Indonesia dengan fotografi. Tulisan ini juga mengantar pembaca pada pameran foto tentang Ekspedisi Kompas 200 Tahun Anjer- Panaroekan yang dibuka Jumat (14/11) malam ini di Bentara Budaya, Jakarta. Pameran foto ini memamerkan foto yang dibuat selama ekspedisi, juga beberapa foto lama yang dijadikan referensi ekspedisi.
15 November 2008 / berita
Eros Djarot dilarang menggelar syuting film berjudul Lastri di Kota Solo dan sekitarnya, karena alur cerita atau isi filmnya dianggap bisa menyebarkan paham komunis.Syuting film kisah percintaan dengan latar waktu suasana tahun 1965 itu rencananya akan dilakukan di sekitar Pasar Gede, kota Solo, kemudian daerah kecamatan Wedi, kabupaten Klaten, dan kawasan Colomadu, kabupaten Karanganyar.
11 November 2008 / berita
Pesona di dalam garap vokal itu dilengkapi dengan gaya panggung yang rileks: bermain rileks mencerminkan kemampuan grup Jamaica Café menguasai repertoar, psikologi penonton, kepekaan ruang, dan atmosfer pertunjukan. Hanya grup-grup yang cukup matang yang mampu mendapat pencapaian seperti ini. Penonton tak beranjak selama satu setengah jam pertunjukan. Mereka sudah menunggu puluhan menit sebelum pertunjukan dimulai dan memenuhi kursi dan tangga di depan bangunan Rumah Kudus.
04 November 2008 / berita
Ketika suatu kelompok musik punya ciri khas tersendiri dengan satu aliran tertentu, Hobo Country Band boleh dikatakan unik. Kelompok musik ini bisa menyanyikan lagu-lagu dari aliran yang beragam, ada rock’n roll, standart song, classic, oldiest song, country song, bahkan blues dan jenis lainnya. Setidaknya, itulah yang dipertunjukkan pada Bentara Budaya Music Performance, Kamis (30/10) malam, di Bentara Budaya Jakarta.
30 Oktober 2008 / berita
Keunikan lukisan potret karya Wedha mendapat perhatian luas pengunjung pameran yang memadati ruang pameran Bentara Budaya Jakarta, Selasa (28/10) malam.
24 Oktober 2008 / berita
Selain vokalis Lenny, personel Mbelgedez Band, seperti Tondho Rahardjo (pemain alat musik cak), Totot (cuk), Bebek (selo), Hardjanto (bas), Deny (gitar), Harto (flute), Bujel (flute), dan Rudy (violin), selain jago memainkan beragam alat musik, mereka juga hebat membawakan lagu-lagu keroncong.
20 Oktober 2008 / berita
Idang Rasjidi termasuk seniman jazz yang cukup menguasai sintaksis sehingga ia mampu bicara dengan fasih. Seperti yang ia tunjukkan di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Kamis (17/10) malam. Dalam Idang Rasjidi Syndicate, ia tampil bersama Eddy Syahroni pada drum, Agam Hamsyah (gitar), Sha’adu Shah Rasjidi (bas), dan Matthew Sayersz (vokal). Mereka berdialog dengan bahasa jazz tadi.
17 Oktober 2008 / berita
Nasib perajin Bali Desak Suarti yang tempo hari dituduh melanggar Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs) dan harus berurusan dengan WTO, kini dialami pula oleh rekannya, perajin perak Ketut Deni Aryasa. "Sebelumnya, dalam satu bulan saya bisa menghasilkan 30 karya desain perhiasan perak. Karena dihinggapi rasa cemas, sekarang saya tidak bisa menghasilkan satu desain pun," ungkap Anak Agung Anom Pujastawa. Ada apa sebenarnya dengan dunia kerajinan Bali (dan Indonesia) saat ini?
15 Oktober 2008 / berita
Produk-produk yang dilakukan oleh Fabiola Soukotta-Risakotta misalnya. Sebagaimana yang ia tulis sendiri dalam buku yang diterbitkan oleh Selendang Ungu Press ini, ia menghasilkan barang-barang dekorasi yang indah dari limbah pohon sagu, mulai dari batang pohon, daging pohon yang tak terpakai, daun, dan bijinya. Dari barang limbah itu ia bisa membuat pigura, berbagai lukisan yang cantik, lampu hias yang menarik, tatakan gelas, dan tempat tissue. Tak hanya produk-produk kualitas eksport, ada hal-hal positif lain yang dihasilkan proses produksi ini misalnya, solusi atas limbah pohon sagu yang memang sudah cukup menganggu di Ambon dan pemberdayaan masyarakat setempat karena lulusan Universitas Trisakti ini kini juga mengadakan berbagai pelatihan untuk untuk penduduk sekitar.
14 Oktober 2008 / berita
Wisnu akhirnya menyerah, ia terpuruk dan mengibarkan bendara tanda kekalahan. Sang pengayom itu tak sanggup lagi menghadapi dunia yang begitu kacau. Ia melangkah pergi. Mengiringi kepergiannya, Slamet Gundono mengoloknya, “Wisnu kok ijo?! Wisnu ki ireng. Tandane teges, kuat! Wisnu kok ijo! Ijo!”
Affiliasi:
Dewan Kesenian Jakarta Galeri Nasional KELOLA
Copyright © 2005 - 2008 Bentara Budaya. All rights Reserved.