31 Agustus 2010 / berita
Seluruh tubuh tank itu terbungkus oleh lumut dan rerumputan. Dari mulut serdadu penunggangnya tersembul anak burung, menunggu sang induk yang tampak menghampir sambil membawa makanan.Kartun ini dikerjakan dengan ketrampilan seni gambar yang tinggi, dengan detil yang tergarap, sehingga tampilannya meyakinkan. Pesannya sampai dengan kuat: menghentikan pemusnahan dan berfihak pada kehidupan. Memadukan simbol perang dengan wakil kehidupan baru pembawa harapan, merupakan kunci keberhasilan karya ini. Gambar yang sekadar enak dipandang bertiwikrama menjadi kartun yang tajam mengkritik sekaligus memberi humor yang bernas.Karya pekartun asal Indonesia, Jitet Koestono, ini meraih hadiah utama dalam lomba antarbangsa yang bergengsi, Kyoto International Cartoonist Congress (KICC) tahun 2010. Bersama dengan 187 karya lain, kartun yang memikat ini tampil 26 Agustus – 5 September 2010 di Bentara Budaya Jakarta.
02 Agustus 2010 / berita
ESTETIKA Melankolia barang kali bisa digunakan untuk menyebut pengalaman kita saat mendengarkan musik puisi dari kelompok musik Assarkem. Melankolia bisa diartikan sebagai emosi yang dialami seseorang yang sedang merasa kehilangan. Karenanya, bentuk musik ini cocok untuk bulan Ramadan saat manusia merenungkan kehilangan asali (kehilangan yang fitri).
25 Mei 2010 / berita
Batik Priangan dinilai sangat khas karena ragam hiasnya yang kaya. Berbagai peristiwa sejarah, keadaan alam, dan tata nilai sosial-budaya menjadi sumber inspirasi para pembatik Priangan.Demikian terungkap dalam peluncuran buku The Dancing Peacock, Colours and Motifs of Priangan Batik oleh Didit Pradito, Herman Jusuf, dan Saftiyaningsih Ken Atik (Penerbit PT Gramedia, Jakarta, 2010), Senin (24/5) di Bentara Budaya Jakarta. Ketiga penulis buku tersebut juga tampil pada acara gelar wicara (talk show).
19 April 2010 / berita
Berbagai bencana yang menimpa dunia, dari gempa bumi, tsunami, banjir hingga ricuh politik semakin menambah muram potret wajah negeri. Pikiran untuk melestarikan dan sikap bersahabat dengan alam perlu ditanamkan di setiap kepala. Karena setiap kali bercermin, kita sudah terlambat untuk menyadarinya.Kalimat itu diterjemahkan oleh Teguh Wiyatno, pelukis muda asal Yogyakarta, di atas kertas dengan wujujd seorang lelaki tua . Kakek itu berjenggot mirip stalagnit gua, berambut berbentuk akar-akar tumbuhan, dan berkumis seperti rerumputan kerin. Di atas kepalanya yang mulai botak tampak gambar petani yang sedang menggarap sawah. Lukisan berukuran 75 x 56 sentimeter dengan bahan cat air itu merupakan salah satu lukisan yang dipamerkan oleh lima pelukis muda yang tergabung dalam seniman Kelompok Jiwa Yogyakarta di Bentara Budaya Yogyakarta, 17 April hingga 25 April 2010 mendatang. Mereka adalah Teguh Wiyatno, Tumariyanto, Paikun, Bagus Triyono, Bambang Hariyono Rianto.
19 April 2010 / berita
Di Yogyakarta bukan hanya gudeg yang bisa dinikmati sambil duduk lesehan. Musik jazz juga bisa dinikmati sambil lesehan di halaman parkir, seperti pada hajatan Jazz Mben Senen di Bentara Budaya Yogyakarta.
09 April 2010 / ulasan
Kesenian wayang gantung di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, saat ini berada di ambang kepunahan karena peminatnya semakin sedikit. Perlu upaya serius untuk mengembalikan seni tradisi lokal itu agar kembali digemari semua kalangan.
08 April 2010 / berita
Istilah jamming yang kerap disebut oleh komunitas musik jazz itu ternyata tidak hanya berlaku di atas panggung. Dialog musikal antarpemain terus berlanjut ke dunia nyata sehingga mencuatkan rasa persaudaraan dan kepedulian sosial yang kuat.Itulah yang tampak pada Jazz Mben Senen, Senin (5/4) malam. Berbeda dengan Senin-Senin sebelumnya, kali itu panggung mini di pelataran Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) diisi deretan nama kondang, di antaranya penyanyi keroncong Waljinah, Trie Utami, Iga Mawarni, Dwiki Darmawan, hingga penyanyi jazz belia Jakarta, Farah Dibaj Fuadi.
05 April 2010 / ulasan
Tahun 1997 merupakan awal krisis di segala bidang. Diawali krisis ekonomi, disusul krisis kepercayaan dan krisis kepemimpinan nasional yang ditandai dengan lengsernya Presiden Soeharto karena gerakan mahasiswa 1998.
05 April 2010 / berita
Saat memutuskan memainkan wayang kancil, Ki Ledjar Soebroto tak hendak mengajak penonton anak-anak untuk mencuri seperti dongeng kancil mencuri timun itu. Ia memaknai dongeng secara berbeda sehingga pementasan yang sarat ajaran etika itu tak terkesan menggurui.
04 April 2010 / berita
Bagi Liling, sebagai pemeran ”Sinta”, ini bukan adegan metaforik, melainkan pengalaman riil. Ia mengaku prihatin atas kerusakan lingkungan alam di daerahnya di Kutai Barat, Kalimantan, akibat aksi pertambangan yang menyisakan danau-danau besar tanpa upaya reklamasi.
halaman : 
1 2 3 4 5 .....21 next»
Affiliasi:
Dewan Kesenian Jakarta Galeri Nasional KELOLA Indonesia Art News
Copyright © 2005 - 2008 Bentara Budaya. All rights Reserved.