|
|
31 Juli 2010
Pertunjukan tanpa penonton; Empty Theatre, kata Krisna Murti. Dan pada akhirnya pertunjukan itu bukan hanya nirpenonton, juga tanpa tontonan. Sembilan tokoh wayang orang yang hadir dan bermain mendadak berpusing cepat dan berubah menjadi berjuta noktah dan lenyap. Atau, di adegan lain, Bagong, Kresna, dan Srikandi yang hadir di layar tiba-tiba meledak berkeping-keping dan hilang. Seperti sebuah bom tersimpan dalam tubuh masing-masing dan meledak bersama-sama.Itulah suguhan karya instalasi vi deo Krisna Murti di Bentara Budaya Jakarta pekan lalu. Berbagai tafsir bisa muncul. Mungkin Krisna berbicara tentang proses semesta yang tak mungkin ditolak: yang ada akan tiada. Lalu, ketika semesta pun lenyap, apa yang tinggal? Apa pula makna keabadian? Apa pula yang disebut "ada"? [lihat lebih lengkap]
31 Juli 2010
Lahir dari pasangan Saut H Sitompul dan Arta Ida Hutabarat, kita bisa menebak latar budaya AT Sitompul. Dengan tradisi yang kuat dan dipegang teguh, lelaki asal Pematangsiantar 25 September 1977 ini nekat untuk tinggal di Yogya dan memilih profesi sebagai seniman. [lihat lebih lengkap]
17 Juni 2010
Jangan dikira rinai hujan membubarkan antusias ratusan anak muda untuk lebur dengan musik Bondan Prakoso & Fade 2 Black (F2B). Musik dengan syair-syair berirama cepat alias rap, hip rock, rock ballad, funk, soul, reggae, bahkan keroncong sekalipun, membuat darah muda mereka membara. Gairahnya bergelora.Tampil di panggung terbuka halaman Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Rabu (16/6) malam, Bondan dan F2B yang beranggotakan Tito, Ari, dan Eza, lewat lagu-lagunya mencoba mengobarkan semangat anak muda. [lihat lebih lengkap]
29 Mei 2010
Tidak seperti kelompok musik lain, yang sudah bisa diketahui dengan jelas genrenya. Malire, kelompok seni yang memadukan musik Nusantara dan tradisi Barat, Kamis (27/5) malam di halaman Rumah Kudus Bentara Budaya Jakarta, menawarkan warna musik yang beda. [lihat lebih lengkap]
17 Mei 2010
”Ah, ini sekadar reka-rekaan saja, kayak di film-film Indonesia jenis film mistik dan horor itu, lho. Ratu Kidul menyamar jadi manusia. Jalan-jalan ke mal, belanja macem-macem. Lalu pulang lagi ke kerajaannya di kedalaman Laut Selatan,” ungkap Wara tentang karyanya yang dipajang dalam pameran seni rupa ”Ratu Kidul dan Dunia Mitos Kita” di Balai Soedjatmoko, Solo, 24-30 April 2010. [lihat lebih lengkap]
07 Mei 2010
Saking menarik dan mengundang rasa penasaran, sembilan komposisi lagu yang dibawakan Kulkul Band pada Bentara Pentas Musik, Kamis (6/5) malam di halaman Bentara Budaya Jakarta (BBJ), seperti tak cukup. Setelah diakhiri komposisi ”Welcome to Bali”, ratusan penonton masih berseru minta lagu lagi. Mereka tak hendak bubar sebelum ada komposisi lagu tambahan. [lihat lebih lengkap]
07 Mei 2010
Upaya Bentara Budaya Yogyakarta memamerkan gambar Umbul yang diberi tajuk Thong-thong Shot pada 1-9 Mei 2010 ini, tentu saja membuat posisi gambar umbul tersebut menjadi bernilai lebih dari sekadar media untuk bermain-main. Tampaknya, dalam konteks tertentu ada sisi nilai berharga dari kesan kehadiran gambar umbul yang kerap dianggap remeh-temeh. [lihat lebih lengkap]
04 Mei 2010
Aneka produk keramik Pejaten, khususnya dari Tantri, Durya, dan Kuturan, itu akan kembali dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Jalan Palmerah Selatan, 4-9 Mei 2010. Ini adalah pameran ketiga produk keramik Pejaten oleh BBJ setelah tahun 1987 dan 2005. [lihat lebih lengkap]
03 Mei 2010
GAJAH sedang kencing, embun di daun, sekelompok orang nongkrong di mall, orang sedang menyeberang jalan, dan sejenisnya adalah obyek yang menjadi pilihan pertaruhan estetik bidikan fotografer Paul Kadarisman. Deretan foto-foto Paul Kadarisman tersebut sengaja dibingkai dalam pameran tunggal di Bentara Budaya Yogyakarta, 26-30 April 2010, dengan tajuk Boring Happy Days. Dari sejumlah obyek foto yang sudah terpapar di atas ditambah jika melongok tajuk pameran, maka sudah tertebak arahnya. Paul hanya berkeinginan menghadirkan foto-foto yang easy going, nirbeban pesan tertentu, kecuali “asal jepret saja”. [lihat lebih lengkap]
19 April 2010
Anggara Tua (AT) Sitompul, seniman grafis, menawarkan pendekatan cukil kayu yang segar. Dia menyuguhkan karya cetak cukil kayu yang berkesan optik, bertema abstrak, dan menggarap pola garis geometris dalam permainan ilusi. Bagaimana itu dilakukannya?Mari kita berangkat dari pameran tunggal AT Sitompul bertajuk ”Alun dan Pusaran” di Bentara Budaya Jakarta, 8-17 April. Pameran dengan kurator Hendro Wiyanto itu menyajikan 20 karya grafis di atas kanvas. Semuanya menggambarkan paduan apik antara teknik cukil kayu dan pendekatan visual optik. [lihat lebih lengkap]
25 Mei 2010 19 April 2010 19 April 2010 09 April 2010 08 April 2010
Belum ada topik di Forum Bentara Budaya
|
|
|
|