Lahir di Solo, 10 Juli, 1948. Pendidikan seni di SSRI Yogyakarta. Ia kemudian memperdalam seni tari modern di Escuela Centro de Dansa, Madrid, Spanyol. Karirnya sebagai penari banyak memberi pengaruh ...
Program konversi energi yang dilancarkan pemerintah lewat penggantian minyak tanah dengan gas elpiji, namun belakangan berubah jadi momok yang menebar teror di kalangan rakyat kecil, telah menginspirasi kalangan kartunis. Tabung gas ukuran 3 kg berwarna merah putih dengan sumbu yang menyala, diberi judul “Konversi Bom”.Itu adalah cara kartunis Nassirun menyampaikan kritiknya. Seperti juga Agoes Jumianto yang melukiskan tabung gas bergambar peta Indonesia dengan sumbu menyala yang mengorbit di angkasa. Atau Basnendar yang melukiskan ular penggoda Adam dan Hawa tampak tercengang karena buah apel itu kini berganti jadi tabung gas. Ada pula ide Agung: tabung gas dilindungi helm SNI.Karya-karya di atas tampil dalam pameran kartun bertajuk “Jogja-Kartunhadining-Art” di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY), 14-22 Agustus 2010. Agak berbeda dari biasanya, yaitu kartun hitam-putih, kartun-kartun yang dipamerkan kali ini berwarna dan digambar di atas kanvas. Karena itu, pameran ini berlabel “kartun kanvas”.