31 Juli 2010
Pertunjukan tanpa penonton; Empty Theatre, kata Krisna Murti. Dan pada akhirnya pertunjukan itu bukan hanya nirpenonton, juga tanpa tontonan. Sembilan tokoh wayang orang yang hadir dan bermain mendadak berpusing cepat dan berubah menjadi berjuta noktah dan lenyap. Atau, di adegan lain, Bagong, Kresna, dan Srikandi yang hadir di layar tiba-tiba meledak berkeping-keping dan hilang. Seperti sebuah bom tersimpan dalam tubuh masing-masing dan meledak bersama-sama.Itulah suguhan karya instalasi vi deo Krisna Murti di Bentara Budaya Jakarta pekan lalu. Berbagai tafsir bisa muncul. Mungkin Krisna berbicara tentang proses semesta yang tak mungkin ditolak: yang ada akan tiada. Lalu, ketika semesta pun lenyap, apa yang tinggal? Apa pula makna keabadian? Apa pula yang disebut "ada"?
Belum ada topik di Forum Bentara Budaya